Seiring dengan perkembangan zaman, maka
perlu diadakan perubahan juga dalam bidang pendidikan. Pembelajaran tradisional
yang dulu berpusat pada guru, dirasa tidak sesuai lagi, maka dari itu perlu
dirubah menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dalam hal ini, siswa
diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya sendiri, menyimpulkan sendiri,
dan cara belajar siswa bebas sesuai dengan karakter masing-masing. Guru tidak bisa
memaksa siswa untuk menjadi apa yang dia inginkan. Kebutuhan belajar setiap siswa berbeda antara
satu dengan yang lainnya karena potensi setiap siswa itu berbeda. Maka guru
harus mengadakan pendekatan secara intensuf kepada setiap siswa, dengan metode yang
berbeda. Guru tidak bisa menerapkan satu metode kepada seluruh siswa karena
apabila siswa yang satu cocok dan bisa menerima pembelajaran dengan metode
tersrbut, belum tettu siswa yang lain bisa. Sebaiknya guru tidak hanya
menggunakan satu LKS saja. Dalam hal ini, saya piker guru lebih baik membuat
diktat sendiri sehingga guru bisa mengambil hal-hal yang penting dalam setiap
LKS. Dalam diktat tersebut berisi ringkasan materi dan soal-soal latihan serta
dilengkapi dengan contoh penyelesaian soal. Diktat sebaiknya dibuat dengan
bahasa yang sederhana sehingga dapat mudah dimengerti oleh siswa. Dengan ini,
diharapkan siswa dapat mempelajarinya sendiri dan langsung bisa memahami serta
bisa menyelesaikan permasalahannya sendiri tanpa ada pemnjelasan dari guu. Sehingga
sebelum guru memasuki materi tersebut siswa sudah memahaminya. Dengan begitu,
maka siswa suah berperan aktif dalam pembelajaran dan pembelajaran juga tidak
berpusat pada guru. Inilah pembelajaran yang inovatif yang harus kita terapkan.
Semoga sukses, untuk dunia pendidikan Indonesia.
Apakah sertifikasi guru benar-benar bisa
member manfaat sesuai yang kita harapkan untuk pendidikan Indonesia? Atau
sertifikasi guru hanya dijadikan ajang kenaikan gaji untuk para guru yang tidak
professional?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar