Ya, saya sependapat
bahwa selain sebagai subjek yang dtransfer, matematika juga sebagai suatu
kegiatan kemanusiaan. Langkah-langkah pembelajaran yang realistic memang sangat
diperlukan dalam pembelajaran matematika karena dapat menggali potensi-potensi
yang dimiliki siswa dan juga dapat mengembangkan kemandirian serta kreatifitas
dalam diri siswa itu sendiri. Sehingga siswa tidak akan tergantung pada apa
yang disampaikan gurunya, siswa akan mampu mengemukakan pendapatnya sendiri
sesuai dengan apa yang ia dapatkan dari belajarnya secara mandiri. Dengan
demikian, maka suasana belajar di dalam kelas akan sangat kondusif dan siswanya
juga interaktif untuk menyampaikan pendapat-pendapatnya, selain itu, siswa juga
akan tertarik dengan mata pelajaran sehingga akan mendorong siswa mencari tahu
lebih banyak lagi tentang materi tersebut.
Namun, kita juga perlu
memikirkan kompetensi setiap siswa yang berbeda satu dengan yang lainnya. Siswa-siswa
SD yang masih kelas rendah juga belum tentu mampu untuk diajak berpikir seperti
itu, mereka belum bisa mandiri, masih membutuhkan tuntunan dan arahan dari
gurunya. Maka dari itu, langkah-langkah pembelajaran yang realistic ini
bukanlah yang terbaik untuk semua siswa, karena kemampuan setiap siswa itu
berbeda-beda. Oleh karenanya, maka metode-metode yang lain juga dibutuhkan.
Guru tidak bisa menanamkan satu metode pada semua siswa, guru harus
menyesuaikan dengan kompetensi setiap diri siswa. Maka guru tidak bisa member perlakuan yanga
sama kepada semua siswanya, guru harus menerapkan metode yang berbeda-beda
kepada setiap siswanya, sesuai dengan kebutuhan siswanya.
Langkah-langkah pembelajaran yang
realistic mungkin tepat untuk siswa-siswa pada jenjang menengah, kemudian
bagaimana dengan siswa SD pada kelas pemula?? Metode apa yang bisa kita
terapkan? Apa mungkin metode pengajaran yang tradisional bisa kita terapkan?
Atau mungkin ada metode yang lain?
terimakasih.
terimakasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar