Rabu, 20 Maret 2013

Refleksi Mathematics and Language



Ya, memang benar adanya bahwasannya matematika dan bahasa itu tidak dapat dipisahkan. Hal ini dikarenakan oleh dalam matematika itu sendiri sudah mengandung bahasa. Seperti yang kita ketahui bahwasannya bahasa itu merupakan suatu symbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap, dimana bahasa ini disepakati oleh kalangan atau kelompok tertentu sebagai alat atau sarana menjalin komunikasi. Dimana bahasa ini dapat dimengerti oleh masing-masing anggota tersebut. Demikian halnya juga dengan matematika. Sebenarnya, di dalam matematika itu sendiri juga sudah mengandung suatu simbol-simbol yang mana symbol tersebut telah mempunyai arti tersendiri yang telah disepakati. Bahkan kesepakatan itu diakui oleh penduduk secara global dari zaman ke zaman.  Berbeda dengan bahasa yang hanya dimengerti oleh kelompok orang tertentu saja. Orang yunani belum tentu mengerti bahasa yang digunakan oleh orang Indonesia.
Namun, apabila kita berbicara mengenai pembelajaran matematika, tentu kita akan berbicara pula mengenai bagaimana penyampaian pelajaran matematika di dalam kelas tersebut.  Apakah penyampaian ini menggunakan bahasa Ibu sesuai dengan daerahnya masing-masing, atau menggunakan bahasa Inggris karena bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional. Setelah saya pertimbangkan dan saya piker-pikir lagi, saya setuju dengan dialog tersebut bahwasanya penyampaian pelajaran matematika di kelas itu akan lebih efektif apabila disampaikan menggunajan bahasa Ibu terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan tingkat pemahaman manusia itu akan lebih besar apabila menggunakan bahasa yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Setelah kita telah memahami, baru kita menggunakan bahasa Inggris. Namun, kita juga harus paham dan benar-benar mengerti bahasa Inggris terlebih dahulu. Apabila tidak mengerti, maka akan menimbulkan salah persepsi. Hal ini dikarenakan tenses atau tata bahasa dari masing-masing bahasa itu berbeda-beda. Apabila salah persepsi ini terjadi pada anak didik, maka akan menimbulkan akibat yang sangat fatal.
Maka dari itu, sebagai calon guru kita harus bisa menerapkan metode-metode yang tepat untuk anak didik kita, demi keberhasilan pembelajaran yang kita laksanakan. Demi keberhasilan anak didik kita di masa yang akan datang. Demi kemajuan pendidikan di Indonesia.
Maju pendidikan Indonesia.!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar