Di sini yang jadi perbedaaan adalah persepsi dan pemahaman
kita mengenai kurikulum itu sendiri. Selama ini kita telah salah dalam
mengartikan kurikulum pendidikan. Kurikulum di Indonesia ditentukan oleh
pemerintah, tanpa memikirkan bagaimana tingkat kompetensi yang dimiliki setiap
siswa. Kita sebagai calon guru SD, inilah saatnya bagi kita untuk menggapai
perubahan demi kemajuan pendidikan di Indonesia. Kita seharusnya berceermin
dari guru-guru di London tersebut. Bagaimana pengorbanan mereka untuk
pendidikan demi mencerahkan masa depan bangsanya.
Sekarang saya sadar bahwa untuk menggapai kesuksesan bangsa
itu tidaklah semudah membalikan telapak tangan kita. Kita nutuh pengorbanan
besar untuk keberhasilan bangsa ini. Korban materi, korban tenaga, dan korban
waktu. Buruknya bangsa ini adalah tidak mau berkorban, hanya mau korupsi.
Sebagai guru, tugasnya adalah melayani dan memfasilitasi
peserta didik, kita harus mengikuti kemauan peserta didik. Sebagai guru juga
harus pandai-pandai dalam memahami setiap karakter yang dimiliki setiap
individu. Guru harus memiliki trik yang bagus dalam mengembangkan potensi
siswa-siswanya. Dalam proses pembelajaran, hendaknya siswa punya hak untuk
menentukan belajarnya itu mau dibuat seperti apa, dan dalam suasana yang
bagaimana. Dengan demikian maka siswa akan merasa sangat rindu dengan belajar,
dan kegiatan belajar pun akan menjadi hobby setiap siswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar